13 Jun 2013

PESENAN ORANG GAUL TAPI GALAU

LINE

FREE CALL & MESSAGE













Download LINE

#For Mobile#

iPhone

Android

Windows Phone

Blackberry

Nokia Asha


#LINE Camera#

iPhone

Android


#LINE Card#

iPhone

Android


#LINE Brush#

iPhone



#For PC#

Mac OS X

Windows

Windows 8



BONUS

AVG INTERNET SECURITY 2013 FREE TRIAL 1 YEAR

X86

X64



About PRISM




28 Mar 2013

ARSIP LAMA


“The Green Hilton Memorial Agreement Geneva”



MISTERI PERJANJIAN ANTARA BUNG KARNO DAN PRESIDEN KENNEDY
Sebuah Kesuksesan Soekarno yang Terlupakan !
 



Soekarno dan John F. Kennedy
 
Inilah perjanjian yang paling menggemparkan dunia. Inilah perjanjian yang menyebabkan terbunuhnya Presiden Amerika Serikat, John Fitzgerald Kennedy 22 November 1963. Inilah perjanjian yang kemudian menjadi pemicu dijatuhkannya Bung Karno dari kursi kepresidenan oleh jaringan CIA yang menggunakan ambisi Soeharto. Dan inilah perjanjian yang hingga kini tetap menjadi misteri terbesar dalam sejarah ummat manusia.
-
Dan, inilah perjanjian yang sering membuat sibuk setiap siapapun yang menjadi Presiden RI . Dan, inilah perjanjian yang membuat sebagian orang tergila-gila menebar uang untuk mendapatkan secuil dari harta ini yang kemudian dikenal sebagai “salah satu” harta Amanah Rakyat dan Bangsa Indonesia. Inilah perjanjian yang oleh masyarakat dunia sebagai Harta Abadi Ummat Manusia. Inilah kemudian yang menjadi sasaran kerja tim rahasia Soeharto menyiksa Soebandrio dkk agar buka mulut. Inilah perjanjian yang membuat Megawati ketika menjadi Presiden RI menagih janji ke Swiss tetapi tidak bisa juga. Padahal Megawati sudah menyampaikan bahwa ia adalah Presiden RI dan ia adalah Putri Bung Karno. Tetapi tetap tidak bisa. Inilah kemudian membuat SBY kemudian membentuk tim rahasia untuk melacak harta ini yang kemudian juga tetap mandul. Semua pihak repot dibuat oleh perjanjian ini.
 
Perjanjian itu bernama “The Green Hilton Memorial Agreement Geneva”. Akta termahal di dunia ini diteken oleh John F Kennedy selaku Presiden AS, Ir Soekarno selaku Presiden RI dan William Vouker yang mewakili Swiss. Perjanjian segitiga ini dilakukan di Hotel Hilton Geneva pada 14 November 1963 sebagai kelanjutan dari MOU yang dilakukan tahun 1961. Intinya adalah, Pemerintahan AS mengakui keberadaan emas batangan senilai tak kurang dari 57 ribu ton yang terdiri dari 17 paket emas dan pihak Indonesia menerima batangan emas itu menjadi kolateral bagi dunia keuangan AS yang operasionalisasinya dilakukan oleh Pemerintahan Swiss melalui United Bank of Switzerland (UBS). Kesepakatan ini berlaku tiga tahun kemudian alias 14 November 1965 (copy dokumen terlampir hanya salah satu dari sekian lembar perjanjian).
 
Pada dokumen lain yang tidak dipublikasi disebutkan, atas penggunaan kolateral tersebut AS harus membayar fee sebesar 2,5% setahun kepada Indonesia . Hanya saja, ketakutan akan muncul pemimpinan yang korup di Indonesia, maka pembayaran fee tersebut tidak bersifat terbuka. Artinya hak kewenangan pencairan fee tersebut tidak berada pada Presiden RI siapapun, tetapi ada pada sistem perbankkan yang sudah dibuat sedemikian rupa, sehingga pencairannya bukan hal mudah, termasuk bagi Presiden AS sendiri.
 
Account khusus ini dibuat untuk menampung aset tersebut yang hingga kini tidak ada yang tau keberadaannya kecuali John F Kennedy dan Soekarno sendiri. Sayangnya sebelum Soekarno mangkat, ia belum sempat memberikan mandat pencairannya kepada siapapun di tanah air. Malah jika ada yang mengaku bahwa dialah yang dipercaya Bung Karno untuk mencairkan harta, maka dijamin orang tersebut bohong, kecuali ada tanda-tanda khusus berupa dokumen penting yang tidak tau siapa yang menyimpan hingga kini. Demikianlah dokumen penting yang penulis baca dan hasil wawancara penulis dengan nara sumber dengan para tetua di dalam negeri dan wawancara dengan narasumber di Belanda, Perancis, Jerman, Singapura, Malaysia dan Hong Kong.
 
Bagi AS, perjanjian Green Hilton adalah perjanjian terbodoh bagi AS, karena AS mengakui aset tersebut yang sebetulnya merupakan harta rampasan perang. Menurut dokumen yang penulis baca. Harta tersebut berasal dari sitaan AS ketika menaklukkan Jerman dalam perang dunia. Jerman juga mengakui bahwa harta tersebut disita Jerman ketika menyerang Belanda. Belanda pun mengakui bahwa harta tersebut merupakan rampasan harta yang dilakukan VOC ketika menjajah Indonesia.
 
Berdasarkan fakta yang dijumpai di lapangan, harta ini sudah pernah mau dicairkan pada 1986-1987 tapi gagal, lalu ada percobaan lagi awal 2000, juga gagal. Kini, ketika krisis menerpa AS dan dunia yang hampir membunuh sebagian besar rakyat AS, pemerintah Obama mencoba meyakinkan dunia melalui titah Paus di Vatikan bahwa AS berhak mencairkan harta ini. Atas dasar untuk kepentingan ummat manusia, agaknya hati Vatikan mulai luluh. Konon kabarnya, Vatikan telah memberikan restu itu tanpa mengabaikan bantuan kepada rakyat Indonesia.
 
Menurut sebuah sumber di Vatikan, ketika Presiden AS menyampaikan niat tersebut kepada Vatikan, Paus sempat bertanya apakah Indonesia telah menyetujuinya. Kabarnya, AS hanya memanfaatkan fakta MOU antara negara G-20 di Inggris dimana Presiden Indonesia SBY ikut menandatangani suatu kesepakatan untuk memberikan otoritas kepada keuangan dunia IMF dan World Bank untuk mencari sumber pendanaan alternatif. Konon kabarnya, Vatikan berpesan agar Indonesia diberi bantuan. Mungkin bantuan IMF sebesar USD 2,7 milyar kepada Indonesia pertengahan tahun lalu merupakan realisasi dari kesepakatan ini, sehingga ada isyu yang berkembang bahwa bantuan tersebut tidak perlu dikembalikan. Oleh Bank Indonesia memang bantuan IMF sebesar itu dipergunakan untuk memperkuat cadangan devisa negara. Penulis pikir DPR RI harus ikut mengklarifikasi soal status uang bantuan IMF ini.
 
Kalau benar itu, maka betapa nistanya rakyat Indonesia . Kalau benar itu terjadi betapa bodohnya Pemerintahan kita dalam masalah ini. Kalau ini benar terjadi betapa tak berdayanya bangsa ini, hanya kebagian USD 2,7 milyar. Padahal harta tersebut berharga ribuan trilyun dollar AS. Aset itu bukan aset gratis peninggalan sejarah, aset tersebut merupakan hasil kerja keras nenek moyang kita di era masa keemasan kerajaan di Indonesia. Sebab dulu, beli beras saja pakai balokan emas sebagai alat pembayarannya. Bahkan kerajaan China membeli rempah-rempah ke Indonesia menggunakan balokan emas.
 
Lalu bagaimana nasib tersebut, kita sebagai bangsa yang besar masih perlu mengkaji lebih lanjut. Pemerintah Indonesia bersama rakyat perlu membentuk Tim Besar dan lobby yang besar ditingkat internasional untuk mendudukkan kembali soal harta yang disepakati dalam “The Green Hilton Memorial Agreement” ini. Karena ini sudah menjadi fakta sejarah yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Pemerintahan SBY tidak bisa melakukan penyelidikan harta ini secara diam-diam dan hanya kalangan terbatas. Sebab harta ini milik rakyat dan bangsa Indonesia . Bukan milik pribadi Bung Karno. Keberhasilan lobby politik Bung Karno yang luar biasa ini harus diteruskan dan jangan dimentahkan begitu saja. 





security account ada 3 lapis : [rumor]

1. Sidik jari BK dan sidik jari JFK.

2. Account Number dan Pin. (dari BK kodenya adalah BKL 1942, dari JFK kodenya ABDA 1942).

3. Apabila lapis security nomor 1 & 2 gugur karena JFK dan BK wafat, maka ada perjanjian khusus dengan Sri Paus, bila ditemukan Logam Koin dgn gambar Garuda Indonesia dan Foto BK berkopiah sebanyak 15 keping, maka harta itu bisa dicairkan. Koin ini sengaja BK simpan scr ghaib saat akan menikah dgn Fatmawati th.1942.

4. Dewi Sukarno adalah pemegang kuncinya.




Sumber:
berbagai sumber ...1



23 Jan 2013

SMADAV 2013

Smadav 2013 Rev. 9.2 dirilis !!!

Smadav 2013 Rev. 9.2 : Penambahan database 229 virus baru, Support untuk Windows 8 (Smadav dapat digunakan di Windows XP/Vista/7/8), Perubahan tampilan, dsb.






Download

Name     : REKSA
Type     : Perusahaan
Serial     : 995299257075

Name     : REKSA
Type     : Personal
Serial     : 081200257075



AVG AntiVirus PRO 2013 for Android - 1 year license (pre-activated)

Download



8 Jan 2013

ADOBE

ADOBE GIVEAWAY 2013

Product Platform Downloads Serial number
Creative Suite 2 Mac CS2_install_Mac.pdf 1130-0412-8377-1896-9751-5759
CS_20_IE_NonRet_D1.dmg.bin
CS_20_IE_NonRet_D2.dmg.bin
CS_20_IE_NonRet_D3.dmg.bin
VCS2.dmg
CS_2.0_IE_Extras_1.dmg.bin
Win CS2_install_Win.pdf 1130-1414-7569-4457-6613-5551
CreativeSuiteCS2Disc1.exe
CreativeSuiteCS2Disc2.exe
CreativeSuiteCS2Disc3.exe
VCS2.zip
CS_2.0_WWE_Extras_1.exe
Acrobat 3D 1.0 for Windows Win AC3D_1.0_Volume_NACK_WWE.zip 1159-1414-7569-3493-5006-5653
Acrobat Standard 7.0 Mac 12001748.dmg 1016-0414-2428-7157-5404-6669
Win 22001904.exe 1016-1415-6379-6184-1333-2468
Acrobat Pro 8.0 Mac APRO8_Mac_WEB_WWEFG.dmg 1118-0416-1130-3724-2927-7040
Win APRO23_Win_ESD1_WWEFG.exe 1118-1414-1955-8737-8172-0350
Audition 3.0 Win ADBEAudition_loopolgy.exe 1137-1004-8571-6848-7845-8029
ADBEAudition_ESD1_WWEFGJIS.exe
ADBEAudition_loopolgy.7z
GoLive CS2 Mac GL_CS2_UE_NonRet.dmg.bin 1033-0415-6162-2671-3431-0993
Win GL_CS2_UE_NonRet.exe 1033-1418-1610-5696-5209-0095
Illustrator CS2 Mac AI_CS2_IE_NonRet.dmg.bin 1034-0416-0740-0527-2887-2375
Win AI_CS2_IE_NonRet.exe 1034-1415-6230-2341-2884-9398
InCopy CS2 Mac IC_CS2_UE_NonRet.dmg.bin 1036-0414-4367-5110-5897-2432
Win IC_CS2_UE_NonRet.exe 1036-1419-3531-6378-2148-9313
InDesign CS2 Mac ID_CS2_UE_NonRet.dmg 1037-0413-9961-4063-8457-1098
Win ID_CS2_UE_NonRet.exe 1037-1412-5094-8316-6812-7982
Photoshop CS2 Mac PhSp_CS2_English.dmg.bin 1045-0410-5403-3188-5429-0639
Win PhSp_CS2_English.exe 1045-1412-5685-1654-6343-1431
Photoshop Elements 4.0/5.0 Mac PSE4_Mac_WWE_ESD1.dmg.bin 1057-0410-8218-6295-1699-9560
Win PSE_5.0_WIN_ESD1_ENG.exe 1057-1414-3729-7573-7352-1206
Adobe Premiere Pro 2.0 Win PPRO_2.0_Ret-NH_UE.zip 1132-1280-4900-7476-5108-8019